Pengikut

Rabu, 01 Oktober 2014

SanDisk Luncurkan Extreme Pro SDCard 512 GB dan MicroSD 64 GB Kencang

Sandisk Extreme Pro - Launch

Pengguna media penyimpanan tentu sudah tidak asing lagi dengan merek SanDisk. Saat ini tidak sedikit pengguna mobile dan kamera serta camcorder yang mempercayakan media penyimpanan mereka dengan merek yang satu ini. Menurut pihak SanDisk sendiri, hal tersebut dikarenakan mereka merasa aman saat menggunakan produk mereka. Berbekal hal tersebut pula, pada tanggal 30 September 2014 bertempat pada klub Exodus Kuningan City, SanDisk meluncurkan dua produk terbarunya, SDXC 512GB dan microSDXC 64GB.

Sandisk Extreme Pro - SDCard 512GB

Produk pertama yang diluncurkan adalah SanDisk Extreme Pro SDXC UHS-I 512GB. Kartu memori ini khusus ditujukan lepada para fotografer dan cameraman profesional yang membutuhkan penangkapan gambar dengan resolusi tinggi serta pengambilan video dengan resolusi 4K. SanDisk mengklaim bahwa kartu ini dapat merekam video 4K hingga 10 jam. Hal tersebut ditunjang dengan kecepatan baca 95MB/s serta kecepatan tulis 90MB/s. Untuk harganya, SanDisk menjualnya pada level Rp11.000.000,-

Sandisk Extreme Pro - microSD 64GB
Media penyimpanan kedua yang diluncurkan adalah SanDisk Extreme Pro MicroSDXC berkapasitas 64GB. Kartu mungil yang telah dilengkapi dengan adapter SDCard ini utamanya ditujukan kepada para pengguna mobile dan kamera. MicroSD ini pun juga memiliki kecepatan yang sama dengan SDXC 512GB dengan kecepatan baca/tulis 95/90MB/s. Kartu mungil ini dijual dengan harga Rp1.699.000.

Source : Jagat Review

Review Asus X550D: Notebook AMD dengan Layar Besar

Asus X550D_4
Siapa yang tidak kenal dengan APU dari AMD? Salah satu produk dari AMD yang terkenal dengan kemampaun IGP-nya yang tinggi ini cukup diminati oleh masyarakat sebagai solusi untuk sebuah gaming PC yang murah dan cukup bertenaga. Selain desktop, ternyata AMD sudah mengeluarkan APU versi mobile untuk notebook dan sudah banyak vendor yang mengeluarkannya. ASUS sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi berusaha menawarkan sebuah notebook multimedia menggunakan APU di produk terbarunya yaitu X550D.
ASUS X550D adalah sebuah notebook 15” yang dilengkapi dengan Windows 8. Notebook ini didominasi dengan warna hitam secara keseluruhan dan juga silver di daerah keyboard. Notebook ini dirancang oleh sang produsen menggunakan bahan plastik pada keseluruhan body-nya, namun terasa cukup kokoh saat dipegang sehingga memiliki tingkat durabilitas cukup tinggi. Untuk casing-nya sendiri, Asus mendesain notebook ini dengan baik pada bagian penutup layar LCD-nya yang diberikan tekstur alumunium.
Asus X550D_6
Processor AMD A10-5750M

Speed 2.5GHz Turbo Boost 3.5GHz
Memory 4GB DDR3
Storage HDD 500GB
Graphics AMD HD8670M
Layar 15.6”
Resolusi 1336 x 768
Interkoneksi

USB 2.0 x 1

USB 3.0 x 2

Audio In/Out

D-Sub

HDMI

Ethernet

DVD-RW
Baterai 4 Cell 3000mAh
Operation System Microsoft Windows 8
Dimensi 380 x 251 x 25.1 mm
Berat 2.26 kg
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, notebook ini menggunakan AMD APU atau lebih tepatnya AMD A10-5750M sebagai dapur pacunya. Prosesor ini memiliki kecepatan standar 2.5GHz, namun dapat ditingkatkan menjadi 3.5GHz saat fitur turbo aktif. Selain itu, notebook ini juga dilengkapi dengan memori DDR3 4 GB untuk menunjang kinerja prosesor.
Beralih ke grafis yang diusungnya, Asus X550D dilengkapi dengan AMD HD8670M yang merupakan IGP dari APU yang digunakan. Meskipun hanya mengandalkan IGP sebagai pengolah grafis, kemampuan IGP ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Anda dapat menggunakannya untuk bermain game pada tingkat resolusi dan settingan tertentu. Bagi Anda memiliki hobi bermain game atau menonton film, Asus X550D telah dilengkapi dengan layar sebesar 15.6” dengan resolusi 1366×768 sehingga sangat nyaman untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dengan dimensi 380 x 251 x 25.1mm, notebook ini terasa cukup ringkas saat dibawa pergi, tetapi bobot 2.26 kg yang dimilikinya kurang begitu bersahabat untuk Anda yang lebih banyak memiliki aktivitas mobile di luar ruangan.
Asus X550D_5
Penggunaan layar glossy tampaknya akan terasa sedikit mengganggu Anda saat menggunakannya karena akan menangkap bayangan di sekitar Anda. Namun, Anda dapat meminimalisasikannya dengan menaikkan tingkat brightness-nya. Viewing angle-nya juga tergolong baik karena layar tidak mengalami perubahan gradasi warna yang berlebihan jika dilihat dari sisi kiri dan kanan. Layar baru akan mengalami perubahan gradasi warna bila Anda melihatnya dari sisi atas.

IDF 2014: Intel Perkenalkan Core i3, i5, dan i7 Berikutnya: Skylake

IDF14-Skylake (1)
Pasar PC sekarang dipenuhi dengan prosesor berbasis Haswell atau yang secara awam dikenal sebagai prosesor Core i generasi ke-4. Akan tetapi, bulan Juni lalu Intel sudah memperkenalkan Broadwell dalam bentuk Core M di Computex Taipei 2014. Core M bahkan sudah diluncurkan dalam pagelaran IFA di Berlin minggu lalu. Seakan tak kenal henti, dalam keynote pembuka IDF, Intel memperkenalkan Skylake sebagai arsitektur Core i3, i5, dan i7 mendatang.
Skylake: Sudah Hidup dan Dipamerkan
IDF14-Skylake (2)
Dalam keynote yang dibawakan oleh Kirk Skaugen, sebuah PC desktop berbasis Intel Skylake ditampilkan dalam kondisi operasional. Dalam demo singkat ini, terlihat PC berbasis Skylake menjalankan benchmark 3DMark. Prosesor baru ini akan hadir dalam paket fabrikasi 14nm dan akan diluncurkan di paruh kedua tahun 2015.
Laptop dengan prosesor Skylake pun telah dipamerkan!
Laptop dengan prosesor Skylake pun telah dipamerkan!
Tidak hanya sebuah PC dengan prosesor Skylake yang ditampilkan Intel. Di sesi tersebut, mereka juga menampilkan sebuah laptop yang juga menggunakan prosesor Skylake! Seperti PC berbasis Skylake, laptop tersebut juga telah dapat digunakan!
Broadwell: Sementara Baru Core M
Dengan sedemikian banyak kabar dan spekulasi mengenai Broadwell sejak pertengahan 2014 ini, ternyata Intel belum mengungkap varian Broadwell selain Core M. Hal ini cukup menarik. Jika varian Broadwell Core i3, i5, dan i7 akan diluncurkan (rencananya di kuartal pertama 2015), berarti jarak peluncurannya dengan Skylake akan sangat dekat sekali

Review Asus X550D: Notebook AMD dengan Layar Besar

Review Asus X550D: Notebook AMD dengan Layar Besar

Asus X550D_4

Siapa yang tidak kenal dengan APU dari AMD? Salah satu produk dari AMD yang terkenal dengan kemampaun IGP-nya yang tinggi ini cukup diminati oleh masyarakat sebagai solusi untuk sebuah gaming PC yang murah dan cukup bertenaga. Selain desktop, ternyata AMD sudah mengeluarkan APU versi mobile untuk notebook dan sudah banyak vendor yang mengeluarkannya. ASUS sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi berusaha menawarkan sebuah notebook multimedia menggunakan APU di produk terbarunya yaitu X550D.

ASUS X550D adalah sebuah notebook 15” yang dilengkapi dengan Windows 8. Notebook ini didominasi dengan warna hitam secara keseluruhan dan juga silver di daerah keyboard. Notebook ini dirancang oleh sang produsen menggunakan bahan plastik pada keseluruhan body-nya, namun terasa cukup kokoh saat dipegang sehingga memiliki tingkat durabilitas cukup tinggi. Untuk casing-nya sendiri, Asus mendesain notebook ini dengan baik pada bagian penutup layar LCD-nya yang diberikan tekstur alumunium.

Asus X550D_6
Processor AMD A10-5750M

Speed 2.5GHz Turbo Boost 3.5GHz
Memory 4GB DDR3
Storage HDD 500GB
Graphics AMD HD8670M
Layar 15.6”
Resolusi 1336 x 768
Interkoneksi

USB 2.0 x 1

USB 3.0 x 2

Audio In/Out

D-Sub

HDMI

Ethernet

DVD-RW
Baterai 4 Cell 3000mAh
Operation System Microsoft Windows 8
Dimensi 380 x 251 x 25.1 mm
Berat 2.26 kg

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, notebook ini menggunakan AMD APU atau lebih tepatnya AMD A10-5750M sebagai dapur pacunya. Prosesor ini memiliki kecepatan standar 2.5GHz, namun dapat ditingkatkan menjadi 3.5GHz saat fitur turbo aktif. Selain itu, notebook ini juga dilengkapi dengan memori DDR3 4 GB untuk menunjang kinerja prosesor.

Beralih ke grafis yang diusungnya, Asus X550D dilengkapi dengan AMD HD8670M yang merupakan IGP dari APU yang digunakan. Meskipun hanya mengandalkan IGP sebagai pengolah grafis, kemampuan IGP ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Anda dapat menggunakannya untuk bermain game pada tingkat resolusi dan settingan tertentu. Bagi Anda memiliki hobi bermain game atau menonton film, Asus X550D telah dilengkapi dengan layar sebesar 15.6” dengan resolusi 1366×768 sehingga sangat nyaman untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dengan dimensi 380 x 251 x 25.1mm, notebook ini terasa cukup ringkas saat dibawa pergi, tetapi bobot 2.26 kg yang dimilikinya kurang begitu bersahabat untuk Anda yang lebih banyak memiliki aktivitas mobile di luar ruangan.
Asus X550D_5

Penggunaan layar glossy tampaknya akan terasa sedikit mengganggu Anda saat menggunakannya karena akan menangkap bayangan di sekitar Anda. Namun, Anda dapat meminimalisasikannya dengan menaikkan tingkat brightness-nya. Viewing angle-nya juga tergolong baik karena layar tidak mengalami perubahan gradasi warna yang berlebihan jika dilihat dari sisi kiri dan kanan. Layar baru akan mengalami perubahan gradasi warna bila Anda melihatnya dari sisi atas.

Hacker Didakwa Mencuri Game dengan Nilai Hingga 1,2 Triliun Rupiah!

Hacker Didakwa Mencuri Game dengan Nilai Hingga 1,2 Triliun Rupiah!

  
hacker1

Aksi hacker di dunia video game kembali terungkap. FBI baru-baru ini mendakwa empat orang hacker yang diklaim berhasil mencuri software game dengan estimasi nilai lebih dari 100 juta dolar AS. Beberapa perusahaan game papan atas menjadi korbannya.
Para hacker ini menyusup ke server milik Microsoft, Valve, dan Epic. Tak hanya itu, grup hacker ini juga membobol ke server militer milik Amerika Serikat. Menurut data pengadilan pada Januari 2011 lalu, keempat hacker terkena tuduhan ‘mengakses dan mencuri software yang belum diluncurkan, dan beberapa pelanggaran hak cipta‘.


Setelah berhasil membobol keamanan dari sistem, para hacker kemudian mengakses dan mengunduh software game seperti Call of Duty: Modern Warfare 3, Gears of War 3, dan sebuah software khusus yang biasa digunakan oleh militer AS untuk melatih pilot helikopter. Tak lupa disebutkan bahwa keempat orang ini juga menyusup ke jaringan milik Valve.
Dua dari empat hacker, Sanadodeh Nesheiwat (28 tahun) dan David Pokora (22 tahun), telah mengakui semua perbuatannya. Sementara dua orang lainnya, Nathan Leroux (20 tahun) dan Austin Alcala (18 tahun) masih belum mengaku. Nesheiwat dan Pokora dijadwalkan akan menerima hukumannya pada 13 Januari 2015 mendatang.

Source :  Jagat Review