Pengikut

Senin, 17 Februari 2014

Pendapatan Microsoft dari Android Jauh Melebihi Windows Phone

 


Pendapatan Microsoft dari Android Jauh Melebihi Windows Phone


microsoft

Android tidak selamanya menjadi OS yang dibenci Microsoft lantaran Windows Phone tak kunjung sukses mengejarnya. Namun dalam sebuah laporan terbaru yang cukup mengejutkan ditemukan, Microsoft turut menuai untung hingga miliaran dolar per tahun dari tiap perangkat Android yang terjual.
Menurut laporan yang dibuat perusahaan jasa keuangan Nomura, seperti dikutip dari Android Headlines, dalam setahun Microsoft berhasil meraup dolar hingga US$ 1,6 miliar atau hampir setara dengan Rp 20 triliun dari platform Android. Bahkan pada tahun ini, pendapatan yang diperoleh Microsoft bakal meningkat lagi menjadi US$ 1,73 miliar (Rp 21 triliun) dan pada 2015-nya mencapai US$ 1,83 miliar (Rp 22 triliun).
Rick Sherland, seorang analis dari Nomura menjelaskan, Microsoft mendapat keuntungan sekitar US$ 5 atau sekitar Rp 60 ribu dari tiap perangkat Android yang terjual. Pasalnya, Microsoft menguasai sekitar 70 persen perjanjian lisensi dari setiap OEM di seluruh dunia yang menjual perangkat Android. Terlebih sejak 2012 silam, penjualan perangkat Android telah mencapai 122,5 juta unit dan jumlahnya terus bertambah sejak saat itu.
Sayangnya, tidak diketahui, jenis lisensi seperti apa yang dikuasai Microsoft. Selama ini, perusahaan tersebut memang dikenal selalu tertutup ketika diminta membahas rincian keuangan dari pendapatan royaltinya sendiri.
Yang cukup menarik, jumlah tersebut ternyata lima kali lipat lebih banyak dari pendapatannya di Windows Phone. Untuk diketahui, selama tahun fiskal 2013 lalu, raksasa perangkat lunak asal Redmond, Washington itu hanya meraup pendapatan (di divisi Entertainment dan Device) sebesar US$ 3,3 miliar (Rp 40 triliun).
Pendapatan ini menurut Nomura terbilang cukup membantu, menyelamatkan divisi Microsoft Entertainment and Device yang tengah lesu, seperti Xbox, Skype dan Windows Phone. Konsol Xbox sendiri baru-baru ini telah mengeluarkan dana hingga US$ 2 miliar (Rp 24 triiun) tiap tahunnya. Meski demikian, Xbox cukup mampu menopang bisnisnya secara keseluruhan di divisi tersebut. Bila seandainya tak ditopang Android, divisi tersebut, menurut Nomura diyakini bakal kehilangan duit mencapai US$ 2,5 miliar.


sumber : Jagat Review

Retailer Keceplosan Beberkan Harga dan Nama Nokia Android

Retailer Keceplosan Beberkan Harga dan Nama Nokia Android

februari,17 2014

Tampaknya, salah satu retailer online  di Vietnam terlalu terburu-buru membocorkan harga smartphone Nokia ber-platform Android yang selama ini masih dikenal sebagai “Normandy” atau “Nokia X”. Padahal, pihak Nokia sendiri malah belum resmi mengatakan akan keberadaan handset tersebut, bahkan namanya sendiri. Yang cukup mengejutkan, harganya terbilang sangat murah dan tidak seperti kebiasaan Nokia merilis smartphone dengan sistem operasi baru yang berharga mahal.
nokia
Mainguyen, salah satu peritel online ponsel di Vietnam dalam website-nya sempat membocorkan harga resmi Nokia Android senilai 2,5 juta VND (mata uang Vietnam – Viet Nam Dong). Harga tersebut bila dirupiahkan hanya sekitar Rp 1,3 juta. Sekedar informasi, Rp 1 rupiah setara dengan 2 VND.
Bukan hanya harganya saja yang dibocorkan, bahkan nama dari handset turut terkuak, yakni Nokia X A110. Namun sayangnya, konten informasi produk Nokia X A110 tidak bertahan lama dan langsung dihapus keberadaannya di website Mainguyen. Laporan harga Nokia tersebut pertama kali disiarkan oleh media online WMPoweruser.
Harganya pun jauh lebih murah dibanding smartphone Lumia 525 yang baru-baru ini dirilis di Vietnam dan Mainnguyen membanderolnya seharga 3,39 juta VND (Rp 1,7 juta). Bila seandainya Nokia X benar-benar memiliki harga semurah itu, ini mungkin bisa jadi “senjata makan tuan” bagi penjualan Lumia 525 dan handset Nokia lainnya, termasuk Asha 503 dan lumia 520 yang dibanderol di bawah Rp 1,5 juta.
Menurut sejumlah rumor yang beredar, handset yang telah mendapat sambutan publik di hampir seluruh dunia itu bakal memulai debut perkenalannya dalam ajang Mobile Word Congress (WMC) 2014 di Barcelona, Spanyol pada 24 Februari mendatang.
sumber : jagat review