Pengikut

Kamis, 13 November 2014

Samsung Berencana Rilis Galaxy S6 Lebih Cepat?

Samsung Berencana Rilis Galaxy S6 Lebih Cepat?

galaxy s5

" Samsung memang dikenal sebagai perusahaan yang paling sering meluncurkan produk, termasuk untuk kategori smartphone. Lini produk mereka termasuk yang paling lengkap, dari mulai yang termurah hingga yang paling premium.

Salah satu seri yang selalu hadir dalam versi terbaru dari tahun ke tahun adalah Galaxy S. Setelah beberapa bulan Galaxy S5 beredar di pasaran, Samsung pun sedang mempersiapkan penerusnya yang kemungkinan besar bernama Galaxy S6.

Yang menarik, Samsung diisukan akan merilis Galaxy S6 lebih cepat dari jadwal mereka biasanya. Jika smartphone pendahulunya meluncur ke pasaran ada bulan April, maka Galaxy S6 akan maju satu bulan, yakni pada Maret 2015 mendatang.

Informasi tersebut datang dari media asal Korea Selatan bernama Daum. Seperti biasa, event yang akan dijadikan ajang pengumuman Galaxy S6 adalah Mobile World Congress.

Menariknya lagi, Daum juga mengungkapkan bahwa Galaxy S6 juga akan menggunakan curved display seperti yang digunakan di Galaxy Note Edge. Resolusi layarnya sendiri cukup tajam, yakni 2560×1440. Soal performa, Snaprdragon 810 akan menjadi senjata utama.

Sayang, belum ada tanggapan resmi dari pihak Samsung terkait isu yang beredar. Kita tunggu saja kabar terbarunya dalam beberapa pekan ke depan.

Source : Jagat Review

Senin, 27 Oktober 2014

Dell Siap Luncurkan Tablet Tertipis di Dunia Bulan November Mendatang

Dell Siap Luncurkan Tablet Tertipis di Dunia Bulan November Mendatang

Salah satu perusahaan IT terkemuka dunia, Dell, akan merilis tablet andalan baru mereka di bulan November mendatang. Tablet yang dikenal sebagai Dell Venue 8 tersebut sebelumnya telah muncul di acara IDF 2014 lalu dan mengundang cukup banyak perhatian dari pengunjung acara akbar tersebut. Beberapa bulan berselang, pihak Dell tampaknya telah siap untuk memasarkan produk tablet dengan prosesor Intel tersebut!

Dell Venue 8 7000 size
Dell Venue 8 7000, nama lengkap dari produk tersebut, diklaim akan menjadi tablet tertipis di dunia yang tetap memiliki performa tinggi. Tablet tersebut disebut akan lebih tipis dari iPad Air 2 yang diperkenalkan Apple beberapa waktu lalu. Berdasarkan informasi dari pihak Dell, tablet tersebut hanya berketebalan 6 mm saja, lebih tipis 0.1 mm dari iPad Air 2.

Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, Dell Venue 8 7000 akan menggunakan prosesor quad core dari Intel, Atom Z3500, dan menggunakan layar 8.4″ dengan resolusi 2560 x 1600. Tablet tersebut akan menggunakan kamera RealSense kreasi dari Intel dan dapat digunakan untuk memindai objek 3D dengan akurasi tinggi. Terkait sistem operasi, Dell Venue 8 akan menggunakan sistem operasi Android.

Walaupun belum memberikan tanggal pasti perilisan tablet tersebut, ada kemungkinan Dell akan merilisnya pada awal November 2014 mendatang, tepatnya di gelaran Dell World 2014. Acara tersebut bisa jadi merupakan waktu yang tepat bagi Dell untuk memperkenalkan tablet andalan mereka yang sekaligus mengusung beberapa hal yang akan membantu memanaskan persaingan di dunia tablet
 
Source : Jagat Review

Galaxy Note 4 Duos Resmi DIluncurkan di China

Galaxy Note 4 Duos Resmi DIluncurkan di China

Diam-diam, Samsung dikabarkan telah mengeluarkan versi lain dari flagship phablet terbaru mereka Galaxy Note 4, setidaknya untuk di China. Phablet tersebut diberi nama Samsung Galaxy Note 4 Duos yang mendukung penggunaan dual-SIM card. Phablet tersebut kabarnya telah terdaftar untuk dipasarkan di wilayah China.

galaxy note 4 duos

Phablet tersebut tersedia dalam tiga varian: SM-N9109 yang dikhususkan untuk operator China Telecom, SM-N9106W untuk China Unicom, dan satunya lagi SM-N9108V versi unlock-SIM alias tidak terikat kontrak operator. Hal itu tentu saja menunjukkan bahwa untuk sementara ini varian baru tersebut hanya akan ada di China saja.

Sebuah laporan dari Sammobile menunjukan, slot pertama SIM card di Galaxy Note 4 Duos ini sudah mendukung jaringan 4G. Slot tersebut sudah disesuaikan dengan tiap jenis jaringan 4G yang digunakan operator China, yakni TDD-LTE atau FDD-LDD. Sayangnya, untuk slot SIM card kedua hanya mendukung jaringan 2G saja.

Selain dukungan dual-SIM card, ada beberapa spesifikasi yang sedikit berbeda dibanding Galaxy Note 4 original. Di antaranya, memory internal diturunkan dari 32GB menjadi 16GB dan kapasitas baterai bukan 3220mAh melainkan 3000mAh.

Selebihnya, spesifikasi Galaxy Note 4 Duos masih sama dengan versi original yang dijual di kawasan Eropa dan Amerika Utara. Perangkat didukung oleh prosesor quad-core Snapdragon 805 berkecepatan 2,7GHz, RAM 3GB, layar quad-HD 5,7 inci, kamera utama 16MP dengan kamera sekunder 3,7MP, serta sudah terintegrasi Android 4.4 KitKat.

Berbicara soal harganya untuk pasar China, tampaknya versi ini sedikit lebih mahal dari versi orginial. Galaxy Note 4 Duos untuk varian unlock-SIM (SM-N9108V) dijual 5.199 yuan atau sekitar Rp 10,2 jutaan. Untuk dua varian lainnya yang terikat kontrak operator di China, rincian harganya belum diketahui.

Source  : Jagat Review

Rabu, 08 Oktober 2014

Review Samsung MicroSDHC 16GB Class 6: Ideal untuk Smartphone dan Tablet

Review Samsung MicroSDHC 16GB Class 6: Ideal untuk Smartphone dan Tablet

DSCF1746
Seiring berkembangnya teknologi, hampir sebagian besar pengguna gadget seperti smartphone dan tablet, memanfaatkan perangkatnya tersebut lebih dari sekedar sebuah perangkat untuk mendukung pekerjaannya. Sebagian besar malah memanfaatkan gadget mereka sebagai perangkat untuk memenuhi beberapa kebutuhan hiburan seperti, mendengarkan musik, menonton video, serta bermain game.

Satu hal yang wajib diperhatikan ketika Anda memanfaatkan gadget sebagai perangkat hiburan, tentunya adalah media penyimpanannya. Beberapa produsen gadget memang telah menyediakan internal storage yang cukup bervariasi, namun seiring dengan penggunaannya, kapasitas media penyimpanan yang telah disediakan tersebut akan terasa kurang mencukupi.

Untuk saat ini, memilih sebuah microSD untuk smartphone dan tablet, biasanya terpaku pada kapasitas dan harga yang dimilikinya. Akan tetapi, beberapa produsen storage ternama yang memproduksi microSD, mulai berinovasi dengan menyediakan beragam pilihan microSD yang terbagi dalam beberapa kelas dengan performa yang berbeda-beda agar pada saat digunakan terasa lebih optimal.

Samsung selaku produsen elektronik ternama dengan beragam gadget yang ada di pasaran, mulai merambah ke dunia storage dengan menghadirkan sebuah microSD yang dirancang khusus untuk gadget. MicroSD berkapasitas 16GB dari Samsung dengan Class 6 ini, menawarkan kecepatan transfer data hingga 24MB/s yang diklaim cukup ideal digunakan pada perangkat mobile seperti smartphone atau tablet.

Namun apakah kecepatan transfer data yang ditawarkan pada microSD milik Samsung Class 6 ini, memang cukup ideal untuk perangkat seperti smartphone atau tablet? Sebelum kita membahas ke bagian pengujian, kami suguhkan terlebih dahulu paket penjualan dan platform pengujian yang kami gunakan.

Paket Penjualan

DSCF9967 DSCF1739
Dalam paket penjualan microSD milik Samsung dengan kapasitas 16GB Class 6 ini, sudah dilengkapi dengan sebuah adapter microSD.

Platform Pengujian

  • Motherboard: Intel H67 LGA 1155
  • Prosesor: Intel Core i3 2100 3,1 GHz
  • RAM: Kingston DDR3 8 GB
kingston-8go-1600mhz-ddr3-hyperx-blu-cl91

  • Storage: Kingston HyperX 3K SSD
kingston-hyperx-3k
  • Graphics Card: AMD Radeon HD 5550
  • Power Supply: Corsair CX 500
corsair cx500 400px
  • Input Device: Genius Keyboard and Mouse
  • Monitor: 18,5 inch LCD
  • Sistem Operasi: Microsoft Windows 7 64 bit

 Pengujian

Read

MicroSD milik Samsung dengan Class 6 ini ternyata memiliki kemampuan membaca data sampai pada kecepatan 23.11 MB/s. Sedangkan untuk membaca data secara acak dengan besaran 512K, microSD asal Korea Selatan ini memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda dari sequentialnya, yakni 22.71 MB/s. Untuk pembacaan data dengan besaran 4KB, kecepatannya mencapai 5.5 MB/s.

Write

Pada bagian hasil Write-nya, Samsung microSD Class 6 ini mampu memberikan kecepatan tulis hingga 11.89 MB/s. Sayangnya, kecepatan Write pada penulisan 512K secara acak, berbeda cukup jauh dari sequential, yakni 3.4 MB/s.

Transfer-File-3GB

Beralih ke bagian pengujian transfer file besar dan kecil dengan masing-masing berkapasitas 3GB. Terlihat jelas, dengan kemampuan Write sebesar 11.89 MB/s, Samsung microSD 16GB Class 6 ini membutuhkan waktu sekitar 04.43 menit. Sedangkan pada proses pemindahan data dari microSD ke perangkat lain, memakan waktu relatif lebih cepat.

Kesimpulan

DSCF1757

Tidak dipungkiri, maraknya para pengguna gadget seperti smartphone dan tablet dalam beberapa bulan terakhir ini, microSD merupakan sebagai perangkat tambahan untuk media penyimpanan yang wajib dimiliki oleh setiap pengguna gadget.

Samsung microSD 16GB Class 6 ini, memiliki performa cukup baik dalam melakukan proses transfer data. Kemampuan sequential Read/Write yang dihasilkannya, membuat microSD besutan Samsung ini memang cukup ideal untuk digunakan pada perangkat smartphone atau tablet. Dengan harga sekitar Rp. 99.250, Anda sudah memiliki sebuah microSD cukup terjangkau dengan memiliki performa cukup apik dan sangat ideal untuk gadget Anda. Selain itu, Samsung juga turut menyediakan pilihan kapasitas lainnya, yaitu 8GB Class 6 yang dibanderol dengan harga cukup murah, yakni Rp. 61.500.

Data Teknis

 

Produsen Samsung
Info http://www.samsung.com/memorycard
Harga Rp. 99.250
Distributor www.eternal-asia.co.id
Kapasitas 8GB dan 16GB
Dimensi 11mm x 15mm x 1mm

 Source : Jagat Review

Kacamata Pintar Toshiba Tantang Google Glass

Kacamata Pintar Toshiba Tantang Google Glass

http://images.detik.com/content/2014/10/08/317/071051_japan2.jpg 
Jakarta - Toshiba rupanya diam-diam mengincar pasar wearable gadget. Baru-baru ini, Toshiba memamerkan prototipe kacamata pintar di ajang Ceatec Trade Show yang berlangsung di Jepang.

Disebut Toshiba Glass, kacamata ini punya semacam projector mikro di salah satu sisi bingkai dekat lensa. Projector tersebut menampilkan gambar yang merefleksikan apa yang ada di lensa, demi memberikan display bergaya augmented reality.

Seperti kutip PC World, Rabu (8/10/2014), kacamata pintar ini pada prinsipnya mirip dengan Google Glass yang juga menggunakan projector built-in. Namun tidak seperti Google Glass, kacamata Toshiba tidak dilengkapi prisma di lensanya yang merefleksikan gambar ke mata.

Sebagai gantinya, kacamata Toshiba terdiri dari serangkaian prisma sempit yang disusun vertikal. Mereka akan terlihat lebih jelas ketika pengguna melihat lurus ke lensa. Gambar yang diproyeksikan dari angle akan direfleksikan balik ke mata.

Toshiba menyebutkan kacamata ini punya berat 42 gram, sama seperti Google Glass. Namun secara penampilannya yang kurang menarik, sepertinya Toshiba harus memikirkan ulang soal desainnya jika memang berambisi menyaingi Google.

Dari segi harga, untuk menarik minat Toshiba pun baiknya memikirkan lagi harga jualnya. Untuk saat ini, Toshiba sudah menentukan banderolnya sama dengan Google Glass yakni USD 1.500 atau sekitar Rp 18 jutaan (1 USD = Rp 12.000).


Sumber : Detiknet

ARM Gandeng TSMC Kembangkan Chip 10nm

ARM Gandeng TSMC Kembangkan Chip 10nm

ARM dilaporkan telah menggandeng TSMC untuk mengembangkan teknologi fabrikasi chip generasi berikutnya, 10 nanometer (nm). Fabrikasi 10nm ini akan diaplikasikan pada prosesor 64-bit ARM berbasis ARMv8-A.

arm

Keduanya akannya membawa teknologi 3D transistor bernama, FinFET ke fabrikasi 10nm. Sebelumnya, mereka juga sudah berhasil mengaplikasikan FinFET pada fabrikasi 16nm yang berbasiskan arsitektur ARM Cortex-57 dan Cortex-A53.

Untuk diketahui, teknologi 3D transistor ini pertama kali diaplikasikan ole Intel pada processor berbasis Intel Ivy Bridge dengan nama Tri-Gate, sehingga membuat chip lebih hemat daya dan bertenaga, serta rendah suhu.

Pengembangan chip 10nm diharapkan kelar pada 2015 mendatang. Sedangkan proses produksi baru dilakukan pada kuartal keempat 2015. Meski begitu, peluncuran perangkat pertama yang menggunakan chip 10nm tidak akan digelar pada awal 2016, namun kemungkinan pada 2017-nya. Sebab, TSMC dan ARM masih harus fokus pada transisi chip 28nm ke 20nm, lalu ke 16nm pada tahun depan.

Umumnya, SoC berbasis arsitektur ARM di perangkat mobile masih mengggunakan proses fabrikasi 28nm. Baru Samsung dan Qualcomm yang sduah merilis chip mobile 20nm mereka di seri Exynos dan Snapdragon terbaru. Sementara di sektor perangkat PC, Intel berencana meluncurkan prosesor Broadwell dengan fabrikasi 14nm pada akhir tahun nanti.

Vendor chip meyakini, teknik produksi chip yang lebih kecil akan membuat efisiensi dayanya jauh lebih besar, tanpa mesti mengorbankan performa chip itu sendiri. Atau malah sebaliknya. Sebagai contoh, prosesor Snapdragon 810 dengan fabrikasi 20nm menawarkan efisiensi 20 persen dan performa 25-55 persen lebih baik dari Snapdragon 805 yang berbasis 28nm.

Source : Jagat Review

Rabu, 01 Oktober 2014

SanDisk Luncurkan Extreme Pro SDCard 512 GB dan MicroSD 64 GB Kencang

Sandisk Extreme Pro - Launch

Pengguna media penyimpanan tentu sudah tidak asing lagi dengan merek SanDisk. Saat ini tidak sedikit pengguna mobile dan kamera serta camcorder yang mempercayakan media penyimpanan mereka dengan merek yang satu ini. Menurut pihak SanDisk sendiri, hal tersebut dikarenakan mereka merasa aman saat menggunakan produk mereka. Berbekal hal tersebut pula, pada tanggal 30 September 2014 bertempat pada klub Exodus Kuningan City, SanDisk meluncurkan dua produk terbarunya, SDXC 512GB dan microSDXC 64GB.

Sandisk Extreme Pro - SDCard 512GB

Produk pertama yang diluncurkan adalah SanDisk Extreme Pro SDXC UHS-I 512GB. Kartu memori ini khusus ditujukan lepada para fotografer dan cameraman profesional yang membutuhkan penangkapan gambar dengan resolusi tinggi serta pengambilan video dengan resolusi 4K. SanDisk mengklaim bahwa kartu ini dapat merekam video 4K hingga 10 jam. Hal tersebut ditunjang dengan kecepatan baca 95MB/s serta kecepatan tulis 90MB/s. Untuk harganya, SanDisk menjualnya pada level Rp11.000.000,-

Sandisk Extreme Pro - microSD 64GB
Media penyimpanan kedua yang diluncurkan adalah SanDisk Extreme Pro MicroSDXC berkapasitas 64GB. Kartu mungil yang telah dilengkapi dengan adapter SDCard ini utamanya ditujukan kepada para pengguna mobile dan kamera. MicroSD ini pun juga memiliki kecepatan yang sama dengan SDXC 512GB dengan kecepatan baca/tulis 95/90MB/s. Kartu mungil ini dijual dengan harga Rp1.699.000.

Source : Jagat Review

Review Asus X550D: Notebook AMD dengan Layar Besar

Asus X550D_4
Siapa yang tidak kenal dengan APU dari AMD? Salah satu produk dari AMD yang terkenal dengan kemampaun IGP-nya yang tinggi ini cukup diminati oleh masyarakat sebagai solusi untuk sebuah gaming PC yang murah dan cukup bertenaga. Selain desktop, ternyata AMD sudah mengeluarkan APU versi mobile untuk notebook dan sudah banyak vendor yang mengeluarkannya. ASUS sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi berusaha menawarkan sebuah notebook multimedia menggunakan APU di produk terbarunya yaitu X550D.
ASUS X550D adalah sebuah notebook 15” yang dilengkapi dengan Windows 8. Notebook ini didominasi dengan warna hitam secara keseluruhan dan juga silver di daerah keyboard. Notebook ini dirancang oleh sang produsen menggunakan bahan plastik pada keseluruhan body-nya, namun terasa cukup kokoh saat dipegang sehingga memiliki tingkat durabilitas cukup tinggi. Untuk casing-nya sendiri, Asus mendesain notebook ini dengan baik pada bagian penutup layar LCD-nya yang diberikan tekstur alumunium.
Asus X550D_6
Processor AMD A10-5750M

Speed 2.5GHz Turbo Boost 3.5GHz
Memory 4GB DDR3
Storage HDD 500GB
Graphics AMD HD8670M
Layar 15.6”
Resolusi 1336 x 768
Interkoneksi

USB 2.0 x 1

USB 3.0 x 2

Audio In/Out

D-Sub

HDMI

Ethernet

DVD-RW
Baterai 4 Cell 3000mAh
Operation System Microsoft Windows 8
Dimensi 380 x 251 x 25.1 mm
Berat 2.26 kg
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, notebook ini menggunakan AMD APU atau lebih tepatnya AMD A10-5750M sebagai dapur pacunya. Prosesor ini memiliki kecepatan standar 2.5GHz, namun dapat ditingkatkan menjadi 3.5GHz saat fitur turbo aktif. Selain itu, notebook ini juga dilengkapi dengan memori DDR3 4 GB untuk menunjang kinerja prosesor.
Beralih ke grafis yang diusungnya, Asus X550D dilengkapi dengan AMD HD8670M yang merupakan IGP dari APU yang digunakan. Meskipun hanya mengandalkan IGP sebagai pengolah grafis, kemampuan IGP ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Anda dapat menggunakannya untuk bermain game pada tingkat resolusi dan settingan tertentu. Bagi Anda memiliki hobi bermain game atau menonton film, Asus X550D telah dilengkapi dengan layar sebesar 15.6” dengan resolusi 1366×768 sehingga sangat nyaman untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dengan dimensi 380 x 251 x 25.1mm, notebook ini terasa cukup ringkas saat dibawa pergi, tetapi bobot 2.26 kg yang dimilikinya kurang begitu bersahabat untuk Anda yang lebih banyak memiliki aktivitas mobile di luar ruangan.
Asus X550D_5
Penggunaan layar glossy tampaknya akan terasa sedikit mengganggu Anda saat menggunakannya karena akan menangkap bayangan di sekitar Anda. Namun, Anda dapat meminimalisasikannya dengan menaikkan tingkat brightness-nya. Viewing angle-nya juga tergolong baik karena layar tidak mengalami perubahan gradasi warna yang berlebihan jika dilihat dari sisi kiri dan kanan. Layar baru akan mengalami perubahan gradasi warna bila Anda melihatnya dari sisi atas.

IDF 2014: Intel Perkenalkan Core i3, i5, dan i7 Berikutnya: Skylake

IDF14-Skylake (1)
Pasar PC sekarang dipenuhi dengan prosesor berbasis Haswell atau yang secara awam dikenal sebagai prosesor Core i generasi ke-4. Akan tetapi, bulan Juni lalu Intel sudah memperkenalkan Broadwell dalam bentuk Core M di Computex Taipei 2014. Core M bahkan sudah diluncurkan dalam pagelaran IFA di Berlin minggu lalu. Seakan tak kenal henti, dalam keynote pembuka IDF, Intel memperkenalkan Skylake sebagai arsitektur Core i3, i5, dan i7 mendatang.
Skylake: Sudah Hidup dan Dipamerkan
IDF14-Skylake (2)
Dalam keynote yang dibawakan oleh Kirk Skaugen, sebuah PC desktop berbasis Intel Skylake ditampilkan dalam kondisi operasional. Dalam demo singkat ini, terlihat PC berbasis Skylake menjalankan benchmark 3DMark. Prosesor baru ini akan hadir dalam paket fabrikasi 14nm dan akan diluncurkan di paruh kedua tahun 2015.
Laptop dengan prosesor Skylake pun telah dipamerkan!
Laptop dengan prosesor Skylake pun telah dipamerkan!
Tidak hanya sebuah PC dengan prosesor Skylake yang ditampilkan Intel. Di sesi tersebut, mereka juga menampilkan sebuah laptop yang juga menggunakan prosesor Skylake! Seperti PC berbasis Skylake, laptop tersebut juga telah dapat digunakan!
Broadwell: Sementara Baru Core M
Dengan sedemikian banyak kabar dan spekulasi mengenai Broadwell sejak pertengahan 2014 ini, ternyata Intel belum mengungkap varian Broadwell selain Core M. Hal ini cukup menarik. Jika varian Broadwell Core i3, i5, dan i7 akan diluncurkan (rencananya di kuartal pertama 2015), berarti jarak peluncurannya dengan Skylake akan sangat dekat sekali

Review Asus X550D: Notebook AMD dengan Layar Besar

Review Asus X550D: Notebook AMD dengan Layar Besar

Asus X550D_4

Siapa yang tidak kenal dengan APU dari AMD? Salah satu produk dari AMD yang terkenal dengan kemampaun IGP-nya yang tinggi ini cukup diminati oleh masyarakat sebagai solusi untuk sebuah gaming PC yang murah dan cukup bertenaga. Selain desktop, ternyata AMD sudah mengeluarkan APU versi mobile untuk notebook dan sudah banyak vendor yang mengeluarkannya. ASUS sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi berusaha menawarkan sebuah notebook multimedia menggunakan APU di produk terbarunya yaitu X550D.

ASUS X550D adalah sebuah notebook 15” yang dilengkapi dengan Windows 8. Notebook ini didominasi dengan warna hitam secara keseluruhan dan juga silver di daerah keyboard. Notebook ini dirancang oleh sang produsen menggunakan bahan plastik pada keseluruhan body-nya, namun terasa cukup kokoh saat dipegang sehingga memiliki tingkat durabilitas cukup tinggi. Untuk casing-nya sendiri, Asus mendesain notebook ini dengan baik pada bagian penutup layar LCD-nya yang diberikan tekstur alumunium.

Asus X550D_6
Processor AMD A10-5750M

Speed 2.5GHz Turbo Boost 3.5GHz
Memory 4GB DDR3
Storage HDD 500GB
Graphics AMD HD8670M
Layar 15.6”
Resolusi 1336 x 768
Interkoneksi

USB 2.0 x 1

USB 3.0 x 2

Audio In/Out

D-Sub

HDMI

Ethernet

DVD-RW
Baterai 4 Cell 3000mAh
Operation System Microsoft Windows 8
Dimensi 380 x 251 x 25.1 mm
Berat 2.26 kg

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, notebook ini menggunakan AMD APU atau lebih tepatnya AMD A10-5750M sebagai dapur pacunya. Prosesor ini memiliki kecepatan standar 2.5GHz, namun dapat ditingkatkan menjadi 3.5GHz saat fitur turbo aktif. Selain itu, notebook ini juga dilengkapi dengan memori DDR3 4 GB untuk menunjang kinerja prosesor.

Beralih ke grafis yang diusungnya, Asus X550D dilengkapi dengan AMD HD8670M yang merupakan IGP dari APU yang digunakan. Meskipun hanya mengandalkan IGP sebagai pengolah grafis, kemampuan IGP ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Anda dapat menggunakannya untuk bermain game pada tingkat resolusi dan settingan tertentu. Bagi Anda memiliki hobi bermain game atau menonton film, Asus X550D telah dilengkapi dengan layar sebesar 15.6” dengan resolusi 1366×768 sehingga sangat nyaman untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dengan dimensi 380 x 251 x 25.1mm, notebook ini terasa cukup ringkas saat dibawa pergi, tetapi bobot 2.26 kg yang dimilikinya kurang begitu bersahabat untuk Anda yang lebih banyak memiliki aktivitas mobile di luar ruangan.
Asus X550D_5

Penggunaan layar glossy tampaknya akan terasa sedikit mengganggu Anda saat menggunakannya karena akan menangkap bayangan di sekitar Anda. Namun, Anda dapat meminimalisasikannya dengan menaikkan tingkat brightness-nya. Viewing angle-nya juga tergolong baik karena layar tidak mengalami perubahan gradasi warna yang berlebihan jika dilihat dari sisi kiri dan kanan. Layar baru akan mengalami perubahan gradasi warna bila Anda melihatnya dari sisi atas.

Hacker Didakwa Mencuri Game dengan Nilai Hingga 1,2 Triliun Rupiah!

Hacker Didakwa Mencuri Game dengan Nilai Hingga 1,2 Triliun Rupiah!

  
hacker1

Aksi hacker di dunia video game kembali terungkap. FBI baru-baru ini mendakwa empat orang hacker yang diklaim berhasil mencuri software game dengan estimasi nilai lebih dari 100 juta dolar AS. Beberapa perusahaan game papan atas menjadi korbannya.
Para hacker ini menyusup ke server milik Microsoft, Valve, dan Epic. Tak hanya itu, grup hacker ini juga membobol ke server militer milik Amerika Serikat. Menurut data pengadilan pada Januari 2011 lalu, keempat hacker terkena tuduhan ‘mengakses dan mencuri software yang belum diluncurkan, dan beberapa pelanggaran hak cipta‘.


Setelah berhasil membobol keamanan dari sistem, para hacker kemudian mengakses dan mengunduh software game seperti Call of Duty: Modern Warfare 3, Gears of War 3, dan sebuah software khusus yang biasa digunakan oleh militer AS untuk melatih pilot helikopter. Tak lupa disebutkan bahwa keempat orang ini juga menyusup ke jaringan milik Valve.
Dua dari empat hacker, Sanadodeh Nesheiwat (28 tahun) dan David Pokora (22 tahun), telah mengakui semua perbuatannya. Sementara dua orang lainnya, Nathan Leroux (20 tahun) dan Austin Alcala (18 tahun) masih belum mengaku. Nesheiwat dan Pokora dijadwalkan akan menerima hukumannya pada 13 Januari 2015 mendatang.

Source :  Jagat Review

Selasa, 30 September 2014

Review ASUS STRIX GTX 970: Graphics Card Kencang dengan Pendingin Sunyi!

Review ASUS STRIX GTX 970: Graphics Card Kencang dengan Pendingin Sunyi!

Seperti yang kita tahu, ASUS baru-baru ini meluncurkan lini produk baru. Setelah sebelumnya mempunya divisi ROG pada segmen graphics cards mereka, kali ini mereka mengeluarkan lini baru mereka yang diberi nama STRIX. Lini terbaru tersebut mempunyai ciri khas logo burung hantunya dan juga cooling mereka yang kipasnya tidak berputar hingga pada batas suhu operasi tertentu.
Nah, kali ini di lab kami, datanglah sebuah graphics card STRIX tersebut, yaitu STRIX GTX 970. Penasaran dengan graphics card baru dengan GPU dari NVIDIA yang dilengkapi dengan cooling dari ASUS STRIX tersebut? Yuk mari kita simak review kami berikut ini! :)

Platform Pengujian Asus STRIX GTX 970

  • Prosesor: Intel Core i7 3960X @4.5 GHz
  • Motherboard: ASUS X79 Pro
  • Graphics Card:
    AMD Radeon R9 200/R7 200/HD 7000/HD 6000/HD 5000 Series
    NVIDIA GeForce GTX TITAN/GTX 900/GTX 700/GTX 600/GTX 500 Series
  • Memory: 4x 2 GB Kingston HyperX blu (@1600 MHz; 1.65 V)
  • Storage: Kingston HyperX 3K SSD
kingston hyperx 3k
  • Power Supply: Corsair AX1200
corsair ax1200
  • CPU Heatsink: Corsair H100
corsair h100
  • Casing: Corsair 500R
corsair carbide 500r white
  • Display: LCD Monitor @1920 x 1080 pixels
  • Input: Generic Keyboard and Mouse
  • OS: Windows 7 Ultimate 64-bit SP1
  • Driver:
    Catalyst 14.7 RC|14.6 Beta|14.4|13.12|13.11 Beta v9.2|13.11 Beta|13.10 Beta 2|13.6 Beta 2|13.1|12.2|12.3|12.8
    Forceware 344.07|340.52|337.88|337.50 Beta|335.23|334.89|332.21|331.82|331.58|326.80|326.4|320.49|320.39|314.07|306.23|304.79 Beta
(*) Seluruh graphics card diuji pada setting default yang disediakan driver tersebut, pada versi tersebut.

Arsitektur

GM204_400
GeForce GTX 970 diotaki chip GPU GM204-200 berbasiskan arsitektur Maxwell generasi kedua. Chip GPU GM204-200 memiliki 13 unit SMM aktif dari seharusnya 16 SMM. Pemangkasan 3 unit SMM menyebabkan chip GM204-200 memiliki 1664 CUDA Core dan 104 Texture Unit. Di luar dua komponen tersebut, chip GPU GM204-200 tetap dilengkapi 64 ROP Unit dan empat kontroler memori 64-bit seperti halnya GeForce GTX 980. Chip GPU GM204-200 dibangun menggunakan 5,2 milyar transistor dengan proses fabrikasi 28 nm sehingga menghasilkan ukuran die GPU sebesar 398 mm².

Spesifikasi

Untitled
GeForce GTX 970 memiliki base clock GPU sebesar 1050 MHz dengan clock memori 7000 MHz. Teknologi GPU Boost 2.0 mengijinkan clock GPU untuk naik lebih tinggi lagi dari batas temperatur dan penggunaan daya graphics card masih memenuhi batas toleransi yang telah ditetapkan. GeForce GTX 970 memiliki boost clock GPU sebesar 1178 MHz atau 12% lebih tinggi di atas base clock GPU.
Namun, untuk graphics card STRIX GTX 970 OC tersebut, base clock default GPU sebesar 1114 MHz atau 12% lebih tinggi di atas nilai base clock GPU GeForce GTX 970 referenceTentu saja nilai clok GPU dapat naik lebih tinggi lagi hingga mencapai 1253 MHz berkat teknologi GPU Boost 2.0. Untuk clock memori, Asus tetap mengikuti spesifikasi GeForce GTX 970 reference yaitu 7000 MHz.
18095505611l
ASUS STRIX memiliki beberapa kelebihan, namun yang paling menarik adalah 0dB silent coolingnya. Pada suhu dibawah 65 °C, fan tersebut tidak berputar sehingga tidak menimbulkan kebisingan sama sekali. Selain itu, pendingin DirectCUII tersebut juga sudah terbukti memiliki performa mendinginkan GPU dengan handal.

Kemasan Produk

DSC09946
DSC09951

Paket Penjualan

DSC09952
Bersama unit graphics card, ASUS menyertakan:
  • Driver & Utility disc
  • Quick Guide
 
ASUS melengkapi GTX 970 tersebut dengan sistem cooling khas STRIX, yang masih menganut sistem pendingin dari DirectCUII namun dilengkapi dengan teknologi 0dB fan di batas suhu tertentu. Untuk graphics card ini, ASUS menggunakan custom PCB. Komponen dari graphics card tersebut juga menggunakan DIGI+ VRM+ SUPER ALLOY POWER yang diklaim dapat mengurangi tingkat kebisingan hingga 30% dan juga daya tahan hingga 2,5 kali dari komponen biasa. STRIX GTX 970 yang kami dapatkan juga sudah menggunakan memory dari Samsung yang sudah terkenal dengan performancenya.
DSC09994
DSC09995

Pendingin ASUS STRIX ini memang mirip dengan pendingin STRIX pada seri sebelumnya, seperti yang digunakan di GTX 780. Custom PCB yang digunakan oleh STRIX ini memiliki panjang lebih dari standar GTX 970 reference, yaitu standar 267mm berbanding 280mm di STRIX. Oleh karena itu, ada baiknya saat menggunakan STRIX GTX 970 tersebut, pastikan casing Anda mampu mengakomodasi graphics card tersebut.
burger
DSC09963
Sistem pendingin STRIX dilengkapi tiga buah heatpipe tembaga dengan diameter @10mm. Sistem pendingin tersebut juga dilengkapi dengan 2 fan yang siap mendinginkan graphics card tersebut. ASUS mengklaim penggunaan cooling fan tersebut membuat suhu operasi GPU 30% lebih dingin daripada reference dari NVIDIA.
DSC09983
Untuk menguji performa sistem pendingin STRIX 970 ini, kami menjalankan aplikasi Unigine Heaven dan mendapatkan hasil sebagai berikut:

ASUS STRIX GTX 970

  • Full-load: 69 °C (fan speed: Auto @42%)
  • Idle: 36 °C (fan speed: Auto @0%)
Kemampuan pendingin dari ASUS STRIX tersebut memang patut diacungi jempol, mengingat suhu yang dicapai saat kondisi full load tidak mencapai 70 °C dan fan speed yang tergolong rendah, auto berada pada 42%. Belum lagi saat idle hanya berada dikisaran 36 °C dengan fan tidak berputar atau 0%.
DSC09973
ASUS juga menyertakan backplate pada GTX 970 kali ini. Tidak hanya berfungsi sebagai pelindung komponen dibawahnya, pelat logam tersebut juga berfungsi mencegah bengkoknya PCB.
DSC09969
Pada bagian samping, terdapat tulisan khas STRIX beserta logonya. Sayangnya, logo tersebut tidak dilengkapi dengan LED yang berpotensi membuat graphics card tersebut terlihat lebih menarik.
DSC09980
STRIX GTX 970 dilengkapi dua konektor SLI yang memungkinkan konfigurasi multi-GPU dengan menggunakan tiga graphics card sejenis.
DSC09968
ASUS STRIX GTX 970 dilengkapi konektor daya PCIe 8-pin sehingga supply daya maksimal ke graphics cardnya sama dengan versi reference yaitu 225 watt (150 watt dari 8-pin + 75 watt dari slot). Namun, dengan hanya penggunaan 1 kabel 8 pin, Anda dapat merapihkan kabel dengan lebih mudah.
DSC09978
gigabyte-flex-display
ASUS STRIX GTX 970  menyediakan konektor display sebagai berikut:
  • 1x Dual-link DVI-I (tidak tersedia pada GeForce GTX 970 reference)
  • 1x Dual-link DVI-D
  • 1x HDMI 2.0
  • 1x Display Port 1.2
GeForce GTX 900 Series masih mengadopsi konfigurasi 3+1 multi-monitor NVIDIA 3DVision Surround. Walaupun begitu, jika menggunakan konektor display standar GeForce GTX 900 Series, dibutuhkan monitor ketiga dengan input Display Port atau konverter dari Display Port ke HDMI/DVI. Asus mengatasi hal ini dengan memberikan ekstra konektor display DVI-D sehingga konfigurasi multi-monitor dapat menggunakan DVI-D+DVI-I+HDMI seperti GeForce GTX generasi sebelumnya.
Pada GeForce GTX 900 Series, tampilan Ultra HD/4K dengan resolusi 3840 x 2160 piksel dengan refresh rate 60 Hz tidak hanya dapat ditangani oleh Display Port 1.2 tetapi juga HDMI 2.0. Sementara itu tiga konektor display Display Port 1.2 memungkinkan konfigurasi G-Sync pada NVIDIA Surround dengan menggunakan satu graphics card. Sedangkan konektor display DVI-I memungkinkan penggunaan perangkat display dengan input analog (D-Sub).

Hasil Pengujian

Synthetic Benchmark

3DMark Vantage
3dMV
3dMV gpu
Setting: Performance Preset; PPU Off
3DMark 11
3dm 11
3dm 11 graphics
Setting: Performance Preset
3DMark Fire Strike
FS OVer
FS graphics
Setting: Default
Unigine Heaven
Uningine
Setting: 1920 x 1080; DirectX 11; Extreme Quality; AF x16, AA Off

First-person Shooter Game

Battlefield 3bf 3
Setting: 1920 x 1080; Quality Preset – Ultra
Battlefield 4
bf 4
Setting: 1920 x 1080; Quality Preset – Ultra
Bioshock Infinite
bioshock
Setting: 1920 x 1080; Quality Preset – Ultra
Crysis Warhead
Crysis warhead

Setting: 1920 x 1080; DirectX 10; Enthusiast Mode; AA Off
Crysis 3
Crysis 3
Setting: 1920 x 1080; Texture Resolution & System Spec – Very High; AA Off
Metro Last Light
metro LL
Setting: 1920 x 1080; DirectX 11; Quality & Tessellation – Very High; Advance PhysX Off; AF x16; SSAA On
Batman Arkham Origins
BAO P OFF
BAO P ON
Setting: 1920 x 1080; All Quality Setting – Max Out; AA Off
Lost Planet 2
LP 2
Setting: 1920 x 1080; Motion Blur-On; Shadow Detail-High; Texture Detail-High; Rendering Level-High
Watch_Dogs

WD

Setting: 1920 x 1080; Textures – Ultra; Overall Quality – Ultra; Ambient Occlusion – HBAO+; FXAA On

Racing Game

GRID 2
Grid 2
Setting: 1920 x 1080; Quality Preset-Ultra; SSAO-On; AA Off
GRID Autosport
Grid Auto
Setting: 1920 x 1080; All Quality Setting – Max Out; AA Off

Konsumsi Daya

System Configuration 1: Core i7 3960X @4,5 GHz + Intel X79 + Corsair AX1200
PC idle

PC load


Kesimpulan

Performa GeForce GTX 970 memang tidak sekencang milik GeForce GTX 980. Namun, jika melihat harga dan juga power consumption-nya, akan membuat Anda, para pengguna akan tertarik dengan graphics card tersebut. Pengujian kami pada ASUS STRIX GTX 970 memang menunjukkan hasil sangat memuaskan. ASUS STRIX 970 terbukti mampu menawarkan performa tidak kalah dari seluruh lini graphics card NVIDIA berbasiskan chip GPU GK110. Walaupun pada benchmark sintetik, graphics card ini kalah dengan “kakak”nya yaitu GTX 780, namun performanya saat gaming berada diatas GTX 780 yang notabenenya saat peluncurannya pertama kali, harganya lebih mahal.
DSC09999
Performa dari graphics card tersebut juga diimbangi dengan pendingin yang mumpuni. Terbukti walaupun clocknya diatas reference, graphics card tersebut suhunya tetap berada dibawah 70 °C. Saat sedang bekerja full load pun, fan nya juga tergolong sunyi dan tidak mengganggu.
Performa gaming lebih kencang, irit daya, dan temperatur kerja yang tergolong rendah menjadi daya tarik utama dari ASUS STRIX GTX 970 ini. Tidak sampai disitu saja, ASUS juga menyediakan empat buah konektor output display yang memudahkan Anda untuk menjalankan konfigurasi multi-monitor. Graphics card tersebut juga dilengkapi dengan 3 tahun garansi sehingga pengguna tidak perlu was-was terhadap graphics card yang mereka gunakan. Bagi Anda yang sedang mencari atau ingin upgrade graphics card ke GTX 970, ASUS STRIX bisa menjadi pilihan Anda.
  • Produsen : ASUS
  • Info : www.ASUS.com
  • Harga: -
  • Distributor Indonesia : ASUS Indonesia
  • Telepon : (021) 612 2825

Kesimpulan

Performa GeForce GTX 970 memang tidak sekencang milik GeForce GTX 980. Namun, jika melihat harga dan juga power consumption-nya, akan membuat Anda, para pengguna akan tertarik dengan graphics card tersebut. Pengujian kami pada ASUS STRIX GTX 970 memang menunjukkan hasil sangat memuaskan. ASUS STRIX 970 terbukti mampu menawarkan performa tidak kalah dari seluruh lini graphics card NVIDIA berbasiskan chip GPU GK110. Walaupun pada benchmark sintetik, graphics card ini kalah dengan “kakak”nya yaitu GTX 780, namun performanya saat gaming berada diatas GTX 780 yang notabenenya saat peluncurannya pertama kali, harganya lebih mahal.
DSC09999
Performa dari graphics card tersebut juga diimbangi dengan pendingin yang mumpuni. Terbukti walaupun clocknya diatas reference, graphics card tersebut suhunya tetap berada dibawah 70 °C. Saat sedang bekerja full load pun, fan nya juga tergolong sunyi dan tidak mengganggu.
Performa gaming lebih kencang, irit daya, dan temperatur kerja yang tergolong rendah menjadi daya tarik utama dari ASUS STRIX GTX 970 ini. Tidak sampai disitu saja, ASUS juga menyediakan empat buah konektor output display yang memudahkan Anda untuk menjalankan konfigurasi multi-monitor. Graphics card tersebut juga dilengkapi dengan 3 tahun garansi sehingga pengguna tidak perlu was-was terhadap graphics card yang mereka gunakan. Bagi Anda yang sedang mencari atau ingin upgrade graphics card ke GTX 970, ASUS STRIX bisa menjadi pilihan Anda.
  • Produsen : ASUS
  • Info : www.ASUS.com
  • Harga: -
  • Distributor Indonesia : ASUS Indonesia
  • Telepon : (021) 612 2825
Source : JAGAT REVIEW