Pengikut

Minggu, 31 Agustus 2014

Rincian Spesifikasi BlackBerry Passport Terungkap

Rincian Spesifikasi BlackBerry Passport Terungkap

Detail spesifikasi teknis BlackBerry Passport akhirnya semakin jelas. Smartphone yang mengusung desain radikal itu memulai debutnya di hadapan publik setelah CEO BlackBerry, John Chen memamerkannya pada Juni lalu.

blackberry passport

BlackBerry Passport datang dengan spesifikasi high-end yang diprediksi kuat bakal dibanderol harga premium. Dapur pacunya saja ditopang prosesor quad-core Snapdragon 800 berkecepatan 2,2GHz, GPU Adreno 330 dengan RAM berkapasitas 3GB. Tertanam juga memory internal sebesar 32GB dan mendukung kartu microSD.

Berbeda dengan seri BB10 yang dibekali layar minim, BlackBerry Passport memiliki ukuran layar 4,5 inci dan sudah dilindungi Gorilla Glass 3. Sayangnya, seperti sejumlah pendahulunya, ratio layar BlackBerry Passport hanya 1:1, namun dengan resolusi 1440 x 1440 pixel (453 dpi). Baterainya pun berkapasitas 3.450mAh.

Spesifikasi high-end perangkat tersebut tak berhenti sampai di situ. Dari segi kamera utama, ada peningkatkan dari seri BB 10 terdahulu. Kamera utama disokong sensor 13MP yang memiliki bukaan f/2.0 dan dilengkapi kemampuan OIS serta video capture 1080p 60fps. Sedangkan kamera depannya beresolusi 2MP, seperti halnya BlackBerry Q10.

Perbandingan BlackBerry Passport dengan iPhone 5

Perbandingan BlackBerry Passport dengan iPhone 5
Yang cukup mengejutkannya lagi  adalah BlackBerry Passport memiliki dukungan konektivitas port kabel paling lengkap dibanding smartphone lainnya. Itu meliputi USB 2.0, USB 3.0, VGA, DisplayPort, hingga HDMI. Namun perlu dicatat di sini, tiga pilihan konektivitas yang disebutkan terakhir itu hanya bisa digunakan melalui adaptor tambahan bernama SlimPort.

Selain itu, smartphone ini sudah mendukung jaringan LTE serta dilengkapi WiFi a/b/g/n/ac, Bluetooth 4.0, GPS, GLONASS, dan NFC. Sayangnya dalam hal dukungan jenis kartu SIM, slotnya hanya dapat menerima kartu berjenis nano saja atau lebih kecil dari micro SIM. Itu merupakan slot serupa yang ada di iPhone 5 dan HTC Desire 816.

Sementara itu, pada dimensinya sendiri, BlackBerry Passport memiliki ukuran 128 x 90,3 x 9,3 mm serta berbobot 194,4 gram. Satu hal yang cukup disayangkan dari BlackBerry Passport yaitu, bila memang ditujukan untuk segmen bisnis tapi tidak memiliki tombol navigasi fisik meski sudah dilengkapi keyboard QWERTY fisik.

Sumber : Jagat Review

Nintendo Umumkan Model Nintendo 3DS Baru

Nintendo Umumkan Model Nintendo 3DS Baru 


Nintendo baru-baru ini secara resmi mengumumkan model terbaru dari konsol genggam andalannya, 3DS. Menurut pihak perusahaan, 3DS anyar yang disebut ‘New 3DS’ dan ‘New 3DS XL’ itu dibekali dengan beberapa peningkatan dibanding versi sebelumnya.
Baik New 3DS maupun New 3DS XL kini memiliki analog stick baru dan ekstra tombol ZR dan ZL, yang pada dasarnya menambahkan fungsionalitas dari Circle Pad Pro. Tombol A, B, Y, X pun kini tampil dengan beragam warna pada hurufnya.
Selain itu, konsol tersebut juga semakin meminimalisir efek ‘ghosting’ pada mode 3D yang kerap muncul ketika gamer menggerakkan kepala mereka dari posisi yang tepat di depan layar 3DS. Nintendo memanfaatkan teknologi kamera di New 3DS untuk mendeteksi lokasi kepala si pemain dan mengatur tampilan gambar agar sesuai dengan sudut yang tepat.


Dua ekstra tombol disematkan di dalam versi terbaru ini.

new nintendo 3ds2

Tombol kini juga hadir dalam variasi warna.

new nintendo 3ds3

Analog kedua dalam bentuk super kecil.

new nintendo 3ds4

Posisi stylus yang baru.

new nintendo 3ds5

Nintendo New 3DS ini mampu menyesuaikan tingkat terang pada layar secara otomatis.

new nintendo 3ds6

Nintendo juga mengklaim New 3DS ini hadir dengan teknologi 3DS yang lebih baik.

new nintendo 3ds7

Menariknya lagi? Varian ini hadir dengan CPU lebih kencang. Cukup kencang hingga ia mendapatkan satu game eksklusif – Xenoblade Chronicles yang tidak bisa dimainkan di varian 3DS lawas.

Keduanya juga dilengkapi dukungan NFC di bagian bawah layar untuk memudahkan Amiibo terbaca tanpa harus menggunakan aksesoris tambahan. Nintendo pun menggantikan slot SD card dengan slot microSD. Yang tak kalah menarik, New 3DS dan New 3DS XL hadir dengan prosesor baru yang diklaim mampu membuat kinerja lebih cepat.
Sang produsen asal Jepang rencananya akan merilis New 3DS dan New 3DS XL pada 11 Oktober 2014 mendatang di Jepang dengan banderol masing-masing USD 150 dan USD 180. Belum ada keterangan kapan versi baru tersebut akan tersedia di negara lainnya


Sumber : Jagat Review

Sabtu, 16 Agustus 2014

Evercross Luncurkan Elevate Y2: Smartphone Octa-Core Terjangkau

Evercross Luncurkan Elevate Y2: Smartphone Octa-Core Terjangkau

13613_10204381924609980_7683054329117126698_n
Kamis (14/8) kemarin, PT Aries Indo Global (AIG) memperkenalkan smartphone terbarunya Evercross Elevate Y2. Smartphone ini merupakan varian produk Android Evercross pertama yang menggunakan prosesor Octa-Core (8 inti) sebagai dapur pacunya. Walaupun smartphone ini diklaim memiliki keunggulan performa yang tinggi berkat penggunaan Octa-Core, Evercross tetap akan mempertahankan tradisinya untuk menjual produknya dengan harga yang terjangkau, sesuai dengan slogan yang diusung pada Elevate Y2 ini yaitu “So fast, so affordable”.



Prosesor Octa-Core yang diusung menggunakan SoC berbasis MediaTek dengan kecepatan clock hingga 1,7 GHz dengan RAM 1GB dan GPU Quad-Core yang diklaim akan cukup handal menjalankan berbagai aplikasi berat bahkan untuk memutar konten video dengan resolusi Ultra-HD 4K sekalipun. Begitu juga dengan game-game terbaru yang ada di Google PlayStore, dapat dimainkan dengan lancar bebas hambatan, seperti game demo Asphalt 8 yang dijalankan pada acara launching ini.




Evercoss-A80A


Elevate Y2 masih mengusung ukuran layar yang sama seperti Elevate Y generasi pertama yaitu layar 5 inci dengan panel IPS (In Plane Switching) beresolusi 1280*720, dan dipersenjatai juga dengan Rhino Screen yang diklaim memiliki daya tahan tinggi terhadap goresan dan benturan, sehingga tidak perlu lagi menggunakan screen protector. Teknologi yang diusung Evercoss untuk menjadikan Elevate Y2 ini tetap tipis adalah dengan solusi One Glass Solution (OGS) yang menyatukan panel layar dengan panel touch screen.


Spesifikasi pendukung lainnya, Evercoss Elevate Y2 menggunakan kamera utama 13MP dan kamera depan 5MP, internal storage sebesar 16GB (+ eksternal micro SD), Dual SIM (GSM/GSM),  baterai 2000mAh, dan dukungan OS Android 4.2 Jelly Bean yang rencananya akan mendapatkan update KitKat 4.4. Untuk harganya sendiri Evercoss hanya membandrol smartphone Octa-Core ini dengan harga 2,3 juta Rupiah saja. Evercoss juga menggelar pameran khusus di Mall Taman Anggrek mulai tanggal 11-17 Agustus, dan terdapat promo trade-in untuk mendapatkan potongan sebesar 100 ribu Rupiah khusus tanggal 17 Agustus nanti.

Sumber :Jagat Review

Review Thermaltake Saphira Team DK Edition: Untuk Para Penggila DOTA 2!


Lambang naga khas Thermaltake menandai teritorinya di bagian belakang Saphira Team DK ini.
Lambang naga khas Thermaltake menandai teritorinya di bagian belakang Saphira Team DK ini.


Nama Team DK - salah satu tim DOTA 2 terbaik di dunia tertulis di bagian klik kanan mouse.
Nama Team DK – salah satu tim DOTA 2 terbaik di dunia tertulis di bagian klik kanan mouse.

Review Thermaltake Saphira Team DK Edition: Untuk Para Penggila DOTA 2!

 
  1. Thermaltake Saphira Team DK Edition
    Add caption

Thermaltake Saphira Team DK Edition

DOTA 2 harus diakui, merupakan salah satu game kompetitif paling populer di dunia saat ini. Predikat yang memang pantas disematkan mengingat ia baru saja menyelenggarakan scene eSports terbesar di dunia, dengan jumlah hadiah yang fantastis. Tidak mengherankan jika banyak gamer di seluruh dunia yang jatuh hati dan teradiksi dengannya, bahkan di Indonesia sekalipun. Untuk mereka yang cukup gemar mengikuti perkembangan ranah DOTA 2 kompetitif yang lebih serius, maka nama Team DK bukanlah lagi sesuatu yang asing. Benar sekali, ia merupakan salah satu tim DOTA 2 terbaik dari China dengan anggota yang cukup populer, sebutlah Mushi dan Iceiceice. Jika Anda termasuk salah satu penggemarnya, maka Anda akan tergila-gila dengan mouse gaming keluaran Thermaltake yang tiba di meja redaksi kami ini. Sambutlah Saphira Team DK Edition!

Desain dan Fitur

  1. Mouse gaming ini mengusung kombinasi warna putih susu dan merah sebagai identitas utama.

Mouse gaming ini mengusung kombinasi warna putih susu dan merah sebagai identitas utama.
Berani membawa nama sebuah tim professional yang cukup besar di industri game, Thermaltake tentu harus memastikan Saphira Team DK Edition hadir dengan desain yang tidak hanya tampil secara optimal di sisi kosmetik, tetapi juga menjamin kenyamanan yang maksimal. Anda tidak akan menemukan bentuk “gila” yang seringkali dijadikan produk kompetitor untuk menarik calon konsumen. Saphira Team DK Edition hadir dalam bentuk oval yang ergonomis. Menjadikan warna putih sebagai warna utama harus diakui menjadi salah satu keputusan terbaik. Warna putih glossy membuat mouse ini terasa dan terlihat elegan. Selain nama Team DK yang tertulis jelas di bagian klik kanan mouse, Saphira Team DK Edition hanya mengusung satu logo khas Thermaltake di bagian belakang, sehingga tidak meninggalkan kesan kosmetik yang terlalu berlebihan.


Hadir dengan hanya 5 tombol utama, Saphira Team DK Edition memuat ekstra dua tombol di sisi kiri. Ekstra bahan karet juga disematkan untuk memastikan grip yang lebih solid.

Hadir dengan hanya 5 tombol utama, Saphira Team DK Edition memuat ekstra dua tombol di sisi kiri. Ekstra bahan karet juga disematkan untuk memastikan grip yang lebih solid.
Menggunakan bahan plastik sebagai bahan utama yang menyelimuti keseluruhan build mouse yang satu ini, Saphira Team DK Edition juga menyematkan dua ekstra bahan karet di kedua sisi untuk menjamin grip yang lebih solid. Uniknya, berbeda dengan sebagian besar mouse gaming saat ini yang hadir dengan desain standar 7 tombol yang bisa diakses secara instan, Saphira Team DK Edition hanya menyediakan 5 saja. Selain klik kiri, klik kanan, dan scroll wheel, mereka menyematkan dua ekstra tombol memanjang di sisi kanan. Lantas bagaimana dengan kemampuan mengatur tingkat sensitivitas? Fungsi ini tetap dihadirkan namun dengan penempatan tombol unik yang akan kita bicarakan nanti. Lampu LED yang disuntikkan juga tidak terlihat berlebihan. Menyala merah terang seakan api yang menyala terang dari logo naga di bagian belakang, LED ini hanya akan menerangi bagi scroll wheel, indikator sensitivitas, dan tentu saja – si logo sendiri.
Lantas spesifikasi seperti apa yang diusung oleh Saphira Team DK Edition ini?
  • Color: Team DK Edition (White)
  • DPI: 3500
  • Sensor Type: Optical
  • No. Of Buttons: 5
  • Game Genre: RTS / FPS/ MOBA
  • Memory Size: 32KB
  • No. Macro Keys: 5
  • No. of Game Profiles: 5
  • Lighting Effect: yes
  • Pause-Break Effect: Yes
  • Color Options: Red
  • USB Cable Length: 1.8M Braided
  • Weight-in Design: Yes
  • Graphical UI: Yes
  • Coating/Finish: Glossy
  • Gold-Plated USB: Yes
  • Dimension: 125x67x41MM

Thermaltake Saphira Team DK Edition, Seberapa Nyaman?

 

Thermaltake Saphira Team DK Edition, seberapa nyaman?


Thermaltake Saphira Team DK Edition, seberapa nyaman?
Secara kasat mata, Saphira Team DK Edition memang hadir dengan bentuk desain yang cukup kentara memperlihatkan identitasnya sebagai sebuah mouse gaming. Keren dan elegan di saat yang sama, warna putih glossy, logo Team DK yang terpampang jelas, dan logo sang naga epik Thermaltake di bagian belakang akan cukup untuk membuat gamer manapun mengunci gerak mata mereka dan memerhatikan mouse yang satu ini. Namun tidak hanya dari sisi kosmetik, keputusan untuk menghadirkan desain dasar konvensional yang sekedar oval dengan sedikit lekukan di bagian klik kiri dan kanan, menawarkan kenyamanan yang optimal. Apalagi mereka juga menyematkan karet di kedua sisi untuk menjamin grip yang lebih baik, terlepas dari fakta bahwa ia didominasi oleh bahan plastik.


Keputusan bijak untuk menyematkan area grip di kedua sisi mouse ini. Bahan plastik glossy akan menjadi mimpi buruk tersendiri jika Thermaltake melewatkannya.
Keputusan bijak untuk menyematkan area grip di kedua sisi mouse ini. Bahan plastik glossy akan menjadi mimpi buruk tersendiri jika Thermaltake melewatkannya.
Ketika sebagian besar mouse gaming saat ini hadir dengan standar 7 tombol, dimana fungsi mengatur sensitivitas diletakkan di bagian tengah, Thermaltake memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Opsi tersebut diletakkan di bagian terbawah dengan tombol kecil.


Ketika sebagian besar mouse gaming saat ini hadir dengan standar 7 tombol, dimana fungsi mengatur sensitivitas diletakkan di bagian tengah, Thermaltake memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Opsi tersebut diletakkan di bagian terbawah dengan tombol kecil.

Salah satu yang cukup unik dari Saphira Team DK Edition mungkin ada penempatan beberapa tombol akses fungsi, yang jika di produk kompetitor diletakkan dekat dengan scroll wheel, ternyata tampil berbeda di mouse dengan embel-embel tim gaming professional ini. Benar sekali, akses instan untuk mengatur tingkat sensitivitas dan polling rate yang memang sudah seharusnya ditawarkan oleh sebuah mouse gaming, ternyata terletak di bagian dasar mouse. Dalam bentuk tombol kecil, Anda harus membalikkan mouse untuk mencapainya. Sebuah desain yang tentu saja cukup dipertanyakan, mengingat ini berarti menihilkan potensi Anda untuk mengganti sensitivitas secepat mungkin. Fakta bahwa Anda harus membalikkan mouse terlebih dahulu, apalagi ketika tengah terlibat dalam pertempuran besar yang tengah genting, tentu menjadi masalah tersendiri.


Ia juga menyediakan pemberat untuk Anda yang cukup sensitif dengan masalah ini.

Ia juga menyediakan pemberat untuk Anda yang cukup sensitif dengan masalah ini.
Sementara di sisi penggunaan, Saphira Team DK Edition tampil menyakinkan. Setiap klik yang Anda lemparkan, setiap perintah yang ingin Anda eksekusi, akan bisa ditranslasikan dengan sangat baik oleh mouse ini. Feeback setiap klik terasa cukup mumpuni, setidaknya memberikan kepastian bahwa Anda memang sudah melemparkan aksi yang Anda butuhkan. Akurasi gerak yang ingin Anda capai juga ditranslasikan dengan sangat baik, bahkan di ruang yang terbatas. Anda yang menggilai tingkat sensitivitas tinggi ataupun rendah selalu punya ruang dengan Saphira Team DK Edition ini. Berita baik juga untuk Anda yang cukup sensitif dengan masalah, mouse ini juga hadir dengan kesempatan untuk memodifikasinya lewat pemberat yang disertakan.
Namun pada akhirnya, sebagai sebuah mouse yang mengklaim dirinya sebagai game untuk FPS dan MOBA, Saphira Team DK Edition juga hadir dengan kesempatan untuk memodifikasi fungsi yang Anda butuhkan lewat implementasi driver yang sederhana. Menyematkan kombinasi makro bukanlah pekerjaan yang sulit berkat user-interface yang terhitung sederhana, namun sayangnya cukup terbatas. Dengan posisi tombol untuk mengatur tingkat sensitivitas di bagian bawah mouse dan bukannya dalam bentuk dua anak panah seperti mouse pada umumnya, ini berarti Anda “kehilangan” dua ekstra tombol yang mungkin bisa digunakan untuk mengakses fungsi yang lain. Di driver yang sama, Anda juga bisa mengatur mati – hidupnya lampu LED (yang hanya berisi warna merah dan tidak bisa diubah), serta level  sensivitas yang Anda inginkan di setiap tingkat.

Driver juga disertakan untuk membantu Anda memodifikasi beragam fungsi via makro serta mengatur tingkat sensitivitas di setiap level. Sayangnya, tidak banyak opsi untuk LED-nya sendiri.

Driver juga disertakan untuk membantu Anda memodifikasi beragam fungsi via makro serta mengatur tingkat sensitivitas di setiap level. Sayangnya, tidak banyak opsi untuk LED-nya sendiri.
Mengeksekusi semua perintah dan gerakan Anda dengan sempurna, Saphira Team DK Edition ini akan membuat Anda tidak lagi memiliki alasan untuk menyalahkan peripheral untuk setiap kekalahan yang terjadi.
Namun pada akhrinya, seberapa baiknya Saphira Team DK Edition tentu akan sangat ditentukan dari kemampuannya untuk menangani sang tugas utama – bermain game. Kami menjajalnya di dua game yang berbeda – Plants vs Zombies: Garden Warfare (Third Person Shooter) dan tentu saja si primadona – DOTA 2. Klik yang nyaman digunakan dan akurasi gerak mouse yang siap untuk memastikan setiap tembakan yang Anda lontarkan di PvZ: Garden Warfare tepat sasaran. Masalah menang atau kalah kini hanya bergantung pada seberapa baik skill Anda memainkannya, tidak ada alasan lagi untuk menyalahkan peripheral yang dianggap tidak responsif. Sensasi yang sama juga terjadi di DOTA 2. Dengan aksi kecil, namun repetitif dan konsisten, Saphira Team DK Edition juga mampu menanganinya dengan. Ekstra tombol makro untuk terbuka untuk Anda manfaatkan secara optimal. Satu yang pasti, mouse ini sama sekali tidak kesulitan untuk menangani varian game dan genre yang Anda lemparkan padanya.

The Ultimate Points: Dream for DOTA 2 Gamer!

Desain akan menjadi alasan yang membuat gamer jatuh hati pada mouse yang satu ini.

Desain akan menjadi alasan yang membuat gamer jatuh hati pada mouse yang satu ini.
Keputusan untuk menjadikan salah satu tim DOTA 2 terbaik di dunia sebagai brand ambassador adalah strategi yang pantas untuk diacungi jempol dari Thermaltake. Dengan basis fans yang cukup besar di Indonesia, termasuk kami, Saphira Team DK Edition ini memenuhi semua hal yang dibutuhkan untuk para penggemar game MOBA racikan Valve dan IceFrog ini. Tentu saja, karena identitas DOTA 2 yang mengalir kuat darinya.

Keputusan sempurna untuk tidak mengeksploitasi Team DK sendiri di sisi desain.

Keputusan sempurna untuk tidak mengeksploitasi Team DK sendiri di sisi desain.

Walaupun harus diakui, ada sedikit keinginan untuk melihat logo khas Team DK untuk disematkan di bagian permukaan, dan bukan sekedar di bawah mouse.

Walaupun harus diakui, ada sedikit keinginan untuk melihat logo khas Team DK untuk disematkan di bagian permukaan, dan bukan sekedar di bawah mouse.

Menjadikan kombinasi kontras warna merah dan putih yang mendominasi keseluruhan desain mouse, Saphira Team DK Edition memang terlihat sangat menonjol dan elegan di saat yang sama. Satu yang pantas untuk diacungi jempol, adalah fakta bahwa Thermaltake tidak serta-merta mengeksploitasi kerjasama mereka dengan Team DK ini secara berlebihan untuk memperlihatkan jelas edisi spesial yang satu ini. Memang ada sedikit keinginan untuk melihat setidaknya logo team DK mengemuka di bagian permukaan, namun keputusan untuk sekedar menuliskan nama tim di bagian klik justru membuat mouse ini terlihat ciamik. Sementara di sisi performa, Saphira Team DK Edition tidak perlu lagi diragukan. Tampil maksimal di sisi kosmetik dan performa? Tidak akan mengherankan jika banyak gamer DOTA 2 yang menaruh hati pada mouse yang satu ini.

Kesimpulan

SAPHIRA TEAM DK EDITION

Namun terlepas dari kekurangan tersebut, Saphira Team DK Edition memang berhasil menjalankan tugasnya sebagai sebuah mouse gaming dengan kualitas yang pantas untuk diacungi jempol, baik dari sisi kosmetik maupun performa. Ia akan menjadi produk peripheral yang cukup untuk mewakili kebutuhan dan keinginan gamer DOTA 2, terutama mereka yang tergila-gila dengan sosok Team DK.
Kualitas yang mumpuni dari sisi kosmetik dan performa, kalimat yang satu ini tampaknya pantas untuk menyimpulkan keseluruhan pengalaman yang ditawarkan oleh Thermaltake Saphira Team DK Edition ini. Dari sisi desain, ia tampil manis lewat pilihan dan kombinasi warna yang menarik perhatian, tetapi tetap mempertahankan sisi kerennya di saat yang sama. Kerjasama dengan Team DK – salah satu tim DOTA 2 terbaik di dunia memang mengalir cukup kentara di mouse ini, namun tidak lantas tampil berlebihan dan justru mengacaukan keseluruhan desain. Bentuk oval yang ergonomis, bahan karet di kedua sisi, dan ekstra pemberat bergabung menjadi elemen yang memastikan mouse ini tidak hanya cantik, tetapi juga nyaman untuk digunakan. Ekstra kemampuan adaptif juga disematkan untuk lewat dukungan driver dengan user-interface yang mudah untuk dikuasai.

Tentu saja, ada beberapa catatan juga yang pantas untuk diperhatikan dari Saphira Team DK Edition ini. Warna putih yang ia tawarkan bisa berpotensi menjadi bumerang jika Anda termasuk jenis gamer yang tidak terlalu memperhatikan kebersihan, apalagi dari bentuknya yang glossy. Anda tidak akan ingin mouse ini dekat dengan bahan-bahan yang sulit untuk dihilangkan, itu yang pasti. Keputusan untuk menyematkan tombol untuk mengatur tingkat sensitivitas di bawah mouse juga menjadi catatan ekstra tertentu. Walaupun secara teoritis ia tetap memungkinkan Anda mengubah sensitivitas ini secara real-time, namun fakta bahwa Anda harus sedikit mengangkat mouse untuk melakukannya bisa berujung pada bencana, apalagi ketika Anda merasa Anda harus menggantinya di tengah pertempuran yang genting.

Namun terlepas dari kekurangan tersebut, Saphira Team DK Edition memang berhasil menjalankan tugasnya sebagai sebuah mouse gaming dengan kualitas yang pantas untuk diacungi jempol, baik dari sisi kosmetik maupun performa. Ia akan menjadi produk peripheral yang cukup untuk mewakili kebutuhan dan keinginan gamer DOTA 2, terutama mereka yang tergila-gila dengan sosok Team DK. Mouse ini sendiri ditawarkan dengan kisaran harga sekitar USD 49.99.



Sumber : Jagat Review

Selasa, 12 Agustus 2014


Samsung Siap Luncurkan Tablet Galaxy Tab 4 Nook

Debut pertama piranti hasil kerjasama Samsung dan Barnes & Nobles akan segera diluncurkan. Samsung sudah menjadwalkan sebuah acara terkait dengan kolaborasi tersebut pada 20 Agustus mendatang di New York. Nampaknya Samsung akan berbagi panggung dengan Barnes & Nobles untuk mengumumkan kehadiran piranti pertama hasil kerjasama mereka, tablet Galaxy Tab 4 Nook.

Memang tidak disebutkan detail acara dalam undangan tersebut, kecuali hanya kalimat undangan untuk bergabung dalam acara tersebut dan dua logo mencolok dari Samsung dan Nook. Bulan Juni lalu sudah terungkap bahwa Samsung tengah menjalin kerjasama dengan vendor yang dikenal dengan tablet e-readernya, Barnes & Nobles. Kedua perusahaan tersebut berencana berkolaborasi menghadirkan tablet e-reader dimana piranti tersebut akan menggunakan hardware dari Samsung dan software Nook dari Barnes & Nobles.
tabnook


Piranti hasil kerjasama kedua perusahaan tersebut kini sudah siap, dan akan disebut dengan Galaxy Tab 4 Nook. Tablet khusus untuk e-reader ini akan berkompetisi dengan tablet Kindle Fire HDX dari Amazon dan Nexus 7 dari Google, dimana Galaxy Tab 4 Nook ini akan memiliki display berukuran 7 inch dengan resolusi 1280 x 800 piksel dan akan memberikan akses kepada penggunanya ke perpustakaan Barnes & Nobles yang saat ini memiliki 3 juta koleksi buku, majalah dan berbagai sumber bacaan lainnya. Piranti ini sendiri akan dipasarkan melalui jaringan toko Barnes & Nobles yang tersebar di Amerika Serikat.

Nampaknya kerjasama ini memang menjadi kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Samsung yang saat ini tengah berjuang keras mempertahankan pasarnya yang mulai digerus pemain lain yang menawarkan piranti canggih berharga terjangkau, khususnya di China, berusaha mencari strategi baru untuk masuk ke pasar kelas menengah ke bawah. Barnes & Nobles sendiri selama ini dikenal dengan produk e-reader Nook yang berkualitas, berharga terjangkau dan cukup banyak diminati pasar terutama di Amerika Serikat, namun memiliki jaringan penjualan yang kurang jika dibandingkan dengan Amazon dan Google.

Samsung sendiri sudah mengonfirmasi kebenaran tablet Galaxy Tab 4 Nook tersebut akan dipamerkan dalam even 20 Agustus tersebut, namun tidak mau memberikan penjelasan lebih lanjut tentang detail acara nantinya.

sumber : jagat review